Budidaya Jeruk Purut

Nilai Ekonomi Jeruk Purut
Jeruk purut tanaman serumpun dengan jeruk limau merupakan sejenis tanaman perdu yang tingginya kisaran antara 2 – 10 meter buahnya berdiameter antara 2,5 cm – 5 cm, kulitnya kasar , kurang mengandung air, tangkai rantingnya berduri pendek.
Pada awalnya jeruk purut hanya dimanfaatkan daunnya sebagai penyedap rasa masakan; sambal, rempeyek, opor, rendang dll, ditanam oleh masyarakat hanya 1 – 2 pohon sebagai tanaman pekarangan.
Produk utama jeruk purut adalah daun segar, sedang buahnya hanya merupakan produk sampingan, sedang produk turunannya adalah bubuk daun dan kulit, juga minyak atsiri, hasil destilasi daun dan kulit buah, yang dikenal dalam perdagangan internasional sebagai kaffir lime.
Daun jeruk purut mengandung senyawa bioaktif; flavonoid, steroid, kumarin, fenolik, tanin, saponin dan minyak atsiri. Sedang buahnya mengandung senyawa flavonid, steroid , kumarin dan minyak atsiri.

Budidaya
Kelompok Tani Margaluyu, Ds. Tegalpanjang, Kec. Sucinaraja, Kab. Garut, sejak tahun 2015 membudidayakan jeruk purut sebagai tanaman penyulaman di kebun jeruk lemon yang mati, tidak lebih dari 50 pohon, awalnya hanya memanen daunnya saja untuk kebutuhan pasar lokal.
Kini Gerakan Tani Syarikat Islam (GERTASI mengaktivasi Kelompok Tani Margaluyu  terhimpun dalam organisasi tani: Asosiasi Petani Jeruk Purut “8”  untuk dapat memenuhi permintaan ekspor buah jeruk purut sebanyak 6 – 7 ton perminggu. Sementara sampai pertengahan tahun 2018 baru terealisasi 2 ton saja dalam kurun waktu 1 bulan. Disamping itu pendampingan yang dilakukan oleh GERTASI agar para petani dapat mengolah berbagai produk turunan yang berbahan baku jeruk purut.

Pengolahan Jeruk Purut “8”
Berawal buah jeruk yang dirijek karena tidak memenuhi stadar ekpor lalu dimanfaatkan oleh petani untuk dibuat menjadi kompos, berkat memperoleh Bimbingan Teknik GAP (Good Agricultur Practice) kulit buah dapat didestilasi menjadi minyak atsiri dengan berbagai prosduk turunannya yang sangat bernilai ekonomi tinggi.
Selanjutnya pemanfaataan jeruk purut dari ekstrak berbentuk minyak atsiri dapat dijadikan sebagai bahan pembersih seperti sabun cuci, pembersih lantai maupun penyegar ruangan. Bahan kosmetika: sabun mandi, pasta gigi, lotion, skin care dan parhum. Dapat juga dijadikan bahan farmasi: anti nyeri, meredakan radang tenggorokan, batuk. Beragam kegunaan jeruk pun dapat deigunakan sebagai anti mikroba dan insektisida.

Leave a Reply